Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » Tim DLHK Kukar Awasi Kualitas Air Sungai dari Hulu hingga Pesisir

Tim DLHK Kukar Awasi Kualitas Air Sungai dari Hulu hingga Pesisir

Sudutindonesia.info, Kukar – Pemantauan kualitas air sungai di Kutai Kartanegara diperkuat melalui kegiatan rutin oleh Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), yang menempatkan titik pengambilan sampel dari hulu hingga hilir, mulai dari Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Kota Bangun, Sebulu, Muara Kaman, hingga pesisir seperti Muara Badak dan Marangkayu.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memperoleh data representatif mengenai kondisi air di berbagai wilayah, sehingga gambaran kualitas sungai dapat diperoleh secara menyeluruh. Setiap lokasi dipilih karena memiliki karakteristik berbeda, dipengaruhi aktivitas pertambangan, industri, dan kondisi lingkungan sekitar.

Tim analis langsung melakukan pengujian awal di lapangan, mengukur parameter penting seperti pH, Total Dissolved Solid (TDS), dan suhu air. Data awal ini membantu memastikan hasil yang cepat dan akurat sebelum sampel dibawa ke laboratorium untuk analisis lebih mendalam.

“Setiap titik dipilih dengan tujuan mendapatkan data representatif, sehingga kualitas air dapat dipantau dari hulu hingga hilir,” jelas Abdul Rokhim, Kepala UPTD Laboratorium DLHK Kukar, di Tenggarong, ttp Oktober 2025.

Di laboratorium, sampel diuji dengan metode terakreditasi yang mencakup Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Dissolved Oxygen (DO). Seluruh pengujian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) serta regulasi baku mutu air yang berlaku.

Rokhim menekankan bahwa hasil pengujian tidak dapat digeneralisasi karena setiap titik sungai memiliki komposisi air yang berbeda. Penilaian kualitas air dilakukan menggunakan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), sesuai ketentuan Permen LHK Nomor 27 Tahun 2021 dan turunan PP Nomor 22 Tahun 2021.

“Melalui proses ini, kami bisa mengetahui status mutu air, apakah baik, sedang, atau ringan. Hasilnya berbeda sesuai parameter yang diukur di tiap lokasi,” ujar Rokhim.

Kegiatan pemantauan ini bukan hanya menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Data akurat dari pengujian ini membantu perencanaan pemanfaatan air yang ramah lingkungan dan mitigasi risiko pencemaran di wilayah yang terdampak aktivitas industri.

Dengan kerja keras Tim DLHK, diharapkan kualitas air sungai di Kutai Kartanegara dapat terjaga secara berkelanjutan, sehingga sumber daya vital ini tetap aman untuk masyarakat, ekosistem, dan kegiatan ekonomi setempat.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *